Tuhanku
Dalam qiamku
mengadapMu
Ya Wajibal Ujud
Lalu musnahlah
Segala ungkapan aku
Bagi diriku
Dalam diamku
Masih ada bibit-bibit
Sekeping hati seorang wanita
Kubawa bersama
dalam terluka
Bersenandung duka
Tuhanku
Demi keagunganMu
Keindahan ayatMu
Tampak jelas di matanya
Seorang wanita tersimpuh
Tabah menantikan harinya
Tangisnya dalam tertawa
katanya keramat sebuah sumpah
'hari segala keindahan itu
pastikan tiba'
Tuhanku
DemiMu Yang Pengasih
DemiMu Yang Menyayangi
Seorang wanita yang tertunduk
Lalu termimpi rumahMu
Semakin kuat ia memeluk
Sehelai sejadah dan telekung usang
Satu pengakuan bersaksikan bayang
Ibu si peribadi yang tak lekang
Tuhanku, kupohon
Bukalah pintuMu
Bawakan masuk wanita itu
Bersama pilihanMu
Bukalah pintuMu
Bawakan masuk wanita itu
Bersama pilihanMu
Bukalah pintuMu
Bawakan masuk wanita itu
Bersama pilihanMu
Sementara itu
Kubimbit terus hatinya
Kubawa bersujud
Kubawa bermohon
Kubawa berungkap-ungkapan
Kubawa bersebut-sebutan
Kubawa berpuji-pujian
Kubawa bertasbih kemalaikatan
Kan kubawa terus
Biar tangisanku cecah
Ke akhir zaman
No comments:
Post a Comment