Tuesday, December 2, 2008

Tirai

angin malam
yang dingin ini
takkan sejukkan
panasnya di hati

lantaran aku yang dayus
tiada upaya mengekang sikapmu
demi kekurangan ini
aku terus dipermainkan

kalau bisa
mahu aku belikan
permaidani putih buatmu
kubentangkan di kamarmu

Jika ada dayaku
Mahu saja kuberi
Dulangan emas permata
Hantaran untukmu

Masa terus berlalu
aku tidak mampu

mengapa tega hati ini
terus saja mencintaimu
sedangku tahu benar
kau tak tersentuh olehku

mengapa terlupa aku
cerminkan wajah di kamar ibu
sebelum kau tampakkan dirimu
di celah-celah tirai itu

No comments: