Di atas permaidani yang pusam
Kurenungi kerdipnya lilin
Menghitung masa
Menunggumu
Ketika angin menderu
Suaranya menjerit-jerit
Malam bertambah kelam
Menunggumu
Bebola mata yang hitam
Senyum yang mengusik
Sepintas kau memasuki pintu ini
Ke dalam hidupku
Sudikah kau datang
Duduk di sebelahku
Buat secangkir minuman
Mengapa kiranya engkau dating
Setahu aku menunggumu
Dalam lesu keletihan
Kulihat gerak tari jemarimu
Tak dapatku hidupkan
Api di hatimu
Aku terus menunggumu
Dari masa ke semasa
Yang serasa terus membutai
Namun aku tetap ketinggalan
Masih banyak untukku curahkan
Menjengahlah engkau
Ke dalam hidupku
Suara menjeritku
Berdering di hatimu
Di celah-celah kesibukanmu
Namun kenapa aku terus sendirian
Menunggumu
Kujemputmu berarak ke mari
Begitukah mudah pesonanya?
Namun genggamanmu terus mengukuh
Aku menunggumu
Masih
Bebola mata yang hitam
Senyum yang mengusik
Sepintas kau memasuki pintu ini
Ke dalam hidupku
No comments:
Post a Comment