adikku datang
bahkan dia pulang
untuk membasuh mukanya
dalam tatapan wajahku
keletihan
membawanya ke tepian ini
ombak-ombak kecil
bermain di kakinya
angin bertiup
membelai kerudungnya
seketika
bagaikan dia bermenung
di sebuah pusara
aku manusia
masih lagi ada kesedihan
namun kerna dia mengenal
lekas-lekas dia menyapa
barangnya itu abang
tak siapa yang ada
kutatap wajah adikku
berhati-hati
suaminya yang cemburu
berbahagialah kamu
akulah ayah
akulah ibu
bercahaya di mata
anak-anaknya
menghadap aku
No comments:
Post a Comment