Sunday, November 22, 2009

Adikku

adikku datang
bahkan dia pulang
untuk membasuh mukanya
dalam tatapan wajahku

keletihan
membawanya ke tepian ini
ombak-ombak kecil
bermain di kakinya
angin bertiup
membelai kerudungnya

seketika
bagaikan dia bermenung
di sebuah pusara

aku manusia
masih lagi ada kesedihan
namun kerna dia mengenal
lekas-lekas dia menyapa
barangnya itu abang
tak siapa yang ada

kutatap wajah adikku
berhati-hati
suaminya yang cemburu
berbahagialah kamu
akulah ayah
akulah ibu

bercahaya di mata
anak-anaknya
menghadap aku

No comments: