biar saja
kau lupa
malah kau tetap
melihat dirimu
di bawa arus
ke satu arah
yang bukan hala tujumu
berteman sajalah engkau
dengan kepura-puraanmu
kau yang mengekang airmata
sedihnya tertanam di hatiku
kerutkan wajahmu
duhai sayangku
menangislah lagi
kali ini sepuasmu
biar berulang-ulang
perit pekik kita
kerana pintu itu
pastikan terbuka
rinduku
doa buatmu
No comments:
Post a Comment